Tampilkan postingan dengan label emosi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label emosi. Tampilkan semua postingan

Aroma Pembangkit Memori

Sulit mengingat kembali momen terindah sepanjang tahun bersama si dia? Ada cara mudah yang bisa kita lakukan agar kembali mengingatnya. Caranya, tarik napas sedalam-dalamnya sambil pelan-pelan berusaha mengingat momen indah tersebut lengkap dengan aroma kala itu. Hasilnya, kita bisa menggiring ingatan kita kembali.

Menurut pakar ilmiah Sense of Smell Institute, Craig Warren, kemampuan indera pencium manusia sangat berkaitan erat dengan emosi dan ingatan jangka panjang. Mencoba fokus pada aroma saat momen indah kita terjadi, akan membuka ingatan yang terkunci dan terus teringat. Meski momen sudah berusia menahun, saat kita menghirup lagi, voila! Ingatan pun tercetus lagi!

Pelajaran dari Pria

Mungkin tindakan pria dalam menyingkapi masalah sehari-hari dan makanan bisa kita tiru. Contohnya berikut ini:
  1. Pria suka menyalurkan emosi negatifnya pada sesuatu yang sifatnya fisik. Sementara wanita cenderung menelan emosinya bersama coklat, es krim, dan makanan lainnya. Saat kita sedih, gundah, atau tertekan, coba salurkan lewat kata-kata atau lampiaskan pada kegiatan fisik, seperti menendang sand sack atau lari.
  2. Menurut penelitian di Cornell University, AS, pria cenderung mengkonsumsi protein, seperti daging, untuk menenangkan dan menyenangkan perasaan. Kalau Anda merasa ingin memuaskan keinginan ngemil, pilih keju bebas lemak, buah-buahan, atau roti isi dada ayam yang rendah lemak. Protein selain membutuhkan lebih banyak kalori untuk dicerna, juga lebih meredam nafsu makan, lho. 
  3. Tanpa disadari wanita sering memilih kegiatan yang 'menyiksa diri', seperti membersihkan rumah, menyapu lantai, atau menyelesaikan pekerjaan kantor, sebagai pengalih perhatian dari makanan. Pria biasanya memilih kegiatan yang justru menyenangkan diri (atau ego), seperti bermain game, merakit mainan, atau melakukan hobi lainnya. Jadi, pilih kegiatan yang Anda sukai. Misalnya, merangkai bunga atau aksesoris atau menyusun koleksi tas.

Ayah, Yuk ke Dokter!

Biasanya, para ibu yang lebih rajin mengantar anak periksa ke dokter. Namun sebenarnya, menurut penelitian di Northwestern University in Chicago, lebih dari setengah ayah yang punya anak balita sebenarnya ingin menemani anaknya ke dokter. Lalu kenapa...tak punya waktu, ya?

Padahal banyak manfaat yang didapat bila pria ikut mengantar anak ke dokter, antara lain kurangnya stres pada ibu sehingga pemberian ASI semakin tinggi, kemampuan perkembangan berbahasa si kecil meningkat, dan performa di sekolah juga lebih baik. Dokterjuga bisa memeriksa lebih baik bila mengetahui kehidupan keluarga si anak. Manfaat lain, para pria juga tahu bagaimana mengatasi masalah kesehatan anak ketika mereka sedang sendiri, misalnya bila tiba-tiba terjadi serangan asma.

Bila ayah benar-benar sibuk, coba cara kreatif seperti, menulis pertanyaan dan kekhawatiran kepada dokter, atau berkomunikasi melalui telpon atau email. Tapi tetap saja, langkah paling baik adalah ayah menyediakan waktu untuk menemani si kecil ke dokter. Pulang cepat sekali-kali kan nggak dosa, ayah...

Kurangi Marah Demi Jantung

Banyak studi yang menunjukkan adanya keterkaitan antara amarah dan kesehatan jantung. Penelitian yang ditampilkan di Journal of the American Heart Association semakin memperkuat keterkaitan tersebut.

Menurut jurnal tersebut, orang yang amarahnya meledak-ledak akan menyebabkan detak jantungnya tidak teratur (atau biasa disebut atrial fibrillation-AF). AF akan meningkatkan risiko penggumpalan darah menuju otak, sehingga berakhir dengan stroke.

Untuk mencegah amarah yang memuncak dan dapat membahayakan jantung Anda, ada empat langkah mudah yang dapat dilakukan:

  • Berolahragalah untuk mengubah mood dan meredakan stres.
  • Hirup nafas dalam-dalam untuk menurunkan detak jantung dan tekanan darah.
  • Luapkan emosi Anda di secarik kertas, lalu buang kertas tersebut jauh-jauh.
  • Menangis atau tertawalah!

5 Gejala Shopaholic

shopaholic
Sebuah penelitian di Inggris menyatakan 2-10% orang dewasa cenderung senang berbelanja.Pada perempuan kecenderungan ini meningkat 9 kali lebih besar daripada pada lelaki. Nah, apakah Anda memiliki kecenderungan menjadi shopaholic. Simak 5 tanda berikut!
  1. Anda sangat bersemangat membicarakan rencana jalan-jalan untuk berbelanja. Jika tidak bisa merealisasikannya dalam satu minggu, Anda pasti akan kecewa.
  2. Mood sering berubah. Saat berbelanja, Anda sangat gembira. Namun, emosi Anda bisa berubah muram ketika uang yang dimiliki menipis atau malah habis.
  3. Anda melihat acara pernikahan atau pesta bukan sebagai momen untuk bersenang-senang, tapi sebagai alasan untuk berbelanja baju baru.
  4. Lemari Anda penuh dengan pakaian, sepatu, perhiasan dan peralatan make up yang baru dipakai sekali atau masih terpasang label harga atau malah belum tersentuh sejak dibeli. Anda memang ingin membeli barang-barang itu, tanpa tahu kapan akan memakainya.
  5. Anda banyak berutang karena gaji Anda tidak bisa mendukung kebiasaan belanja ini.
Nah, apakah Anda termasuk si shopaholic ?