Tampilkan postingan dengan label olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label olahraga. Tampilkan semua postingan

Manfaat Tambahan Stretching

Biasanya, peregangan (stretching) dilakukan sebelum atau setelah berolahraga agar otot-otot siap digunakan dan tidak cedera. Namun peregangan punya manfaat yang lebih banyak dari itu. Menurut penelitian yang dipimpin oleh Arnold Nelson, kepala kinesiologi Lousiana State University di Baton Rouge, Amerika Serikat, peregangan yang dilakukan secara berkala dapat meningkatkan performa dan ketahanan otot, serta membuatnya lebih kuat.

Jadi, peregangan sangat baik dilakukan setiap hari, walaupun kita sedang tidak ingin berolahraga. Lakukan peregangan terutama saat:
  • Traveling dan tidak ada tempat yang memadai untuk berolahraga.
  • Baru sembuh dari sakit atau sedang sakit ringan, dimana kondisi kita terlalu lemah untuk angkat beban atau bergerak cepat.
  • Bekerja dengan posisi yang sama dalam waktu lama.

Slow Down, Baby ...

Rutin berolahraga? Bagus. Tapi olahraga berlebihan alias overtraining, tak baik, lho. Overtraining dapat mengganggu metabolisme tubuh dan memberi efek negatif. Kenali tanda-tanda berikut.
  1. Penurunan performa. Misalnya, beban yang biasa kita angkat kini terasa berat, padahal kita tidak sakit.
  2. Jantung berdetak keras saat bangun tidur. Kita juga jadi sulit tidur karena otak kita terlalu siaga.
  3. Kehilangan semangat berolahraga. Merasa berolahraga seperti beban pekerjaan. Padahal, olahraga seharusnya menyenangkan, lho.
  4. Daya tahan tubuh menurun. Kita jadi mudah jatuh sakit. Seharusnya olahraga justru meningkatkan daya tahan tubuh.
  5. Tubuh lebih lama memperbaiki sel. Akibatnya, setelah berolahraga, perlu waktu lebih lama untuk istirahat agar kembali segar.
  6. Otot-otot tubuh lemas lebih dari dua hari. Setelah olahraga, wajar kalau lelah dan letih. Tapi, kalau berkepanjangan, itu tandanya perlu cuti sejenak.
  7. Kehilangan nafsu makan. Overtraining meningkatkan produksi epinephrinedan norepinephrine di otak yang menekan nafsu makan.

Hindari Jalanan

Bukannya mau mempersulit mereka yang tinggal di perkotaan, tapi ayolah akui saja, tempat yang masih banyak pepohonan udaranya pasti lebih bersih daripada jalan yang penuh dengan kendaraan.

Dalam The New England Journal of Medicine bahkan ditegaskan agar jangan berolahraga, baik lari atau jalan cepat, yang rutenya adalah jalan raya dengan tingkat polusi tinggi. Pasalnya, olahraga di tempat berpolusi tinggi sama saja dengan menimbun risiko penyakit jantung karena bisa menyebabkan jantung kita stres.

Bagaimana bila memakai masker saat olahraga di jalanan? Tidak menolong juga. Masker tak sanggup menyaring seratus persen udara kotor jalanan. Tapi jangan terus jadi alasan kita tidak olahraga sama sekali. Saat tak yakin dengan kualitas udara di sekitar Anda, paling aman olahraga di tempat tertutup.

Latihan untuk Penderita Diabetes

Olahraga bisa menjadi senjata ampuh untuk mengendalikan diabetes tipe 2. Dengan olahraga, tubuh dapat mengurangi resistensi insulin. Peredaran gula darah di tubuh pun akan lebih efisien berkat olahraga. Sayangnya tak banyak orang tahu, olahraga jenis apa yang paling bagus untuk penderita diabetes.

Baru-baru ini peneliti menemukan bahwa kombinasi antara olahraga yang bersifat aerobik dan yang ada hubungannya dengan resistensi (misalnya weight training) ampuh melawan diabetes tipe 2.

Para peneliti meneliti 251 penderita diabetes tipe 2 yang dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok pertama diminta untuk latihan erobik selama 45 menit, 3 kali seminggu. Kelompok kedua diminta untuk latihan weight training selama 45 menit, 3 kali seminggu. Kelompok ketiga, berlatih kombinasi antara aerobik dan weight training selama 45 menit, 3 kali seminggu juga.

Kelompok terakhir sama sekali tidak olahraga. Hasilnya, kelompok yang melakukan kombinasi latihan aerobik dan weight traininglah yang paling terkontrol gula darahnya.

Olah Raga Buat si 'Kelas Berat'

Ingin berolahraga, tetapi terhambat nyeri lutut dan pergelangan kaki? Ini biasanya terjadi pada mereka yang tergolong obes.

Tetapi, jangan patah semangat. Masih ada cara, supaya Anda tetap bisa berolahraga. Ortopedis Stuart Miller, MD dari Amerika Serikat memberi kiat-kiatnya:
  • Perlahan-lahan. Awali dengan berolahraga 10 menit setiap hari. Seminggu kemudian ketika Anda sudah mulai merasa nyaman, tingkatkan menjadi 30 menit hingga 1 jam.
  • Sol sepatu empuk. Gunanya untuk meredam beban tubuh, supaya tidak terlalu menyiksa tumit.
  • Variasi latihan. Selain berjalan kaki, lakukan juga latihan yang tidak membebani sendi lutut, seperti bersepeda dan berenang.
  • Peregangan. Cara terbaik untuk mencegah nyeri pada tumit. Berdiri dengan kedua tangan direntangkan ke atas. Satu kaki diletakkan di belakang kaki lainnya. Jaga supaya tumit dan lutut tetap lurus. Regangkan kedua tangan sampai Anda merasakan kontraksi pada otot-otot betis.

Jogging di Pantai

Bosan, selalu berolahraga di tempat tertutup? Sesekali cobalah jogging di tepi pantai. Semilir angin pantai yang bebas polusi bisa memberi kesegaran lain. Sambil jogging, kita juga bisa menyegarkan mata dengan menikmati indahnya pemandangan.

Banyak penelitian menyebutkan jogging mampu menjernihkan pikiran yang sedang suntuk. Agar kulit tetap sehat, jangan lupa oleskan tabir surya, ya.

Yoga Atasi Migren

Kombinasi berbagai posisi yoga, latihan teknik pernapasan, serta relaksasi dan meditasi, terbukti membantu mengatasi migren! Hal ini ditemukan Dr. PJ John dari University of Rajasthanjaipur, India.

Yoga diyakini memberi efek menenangkan kerja sistem saraf. Efek inilah yang kemudian membuat frekuensi serta intensitas serangan migren jauh berkurang, setelah mereka berlatih kontinyu selama 3 bulan.

Menurut Dr. John menyebutkan, kombinasi yoga dan teknik pernapasan juga lebih efektif mengurangi migren dibandingkan dengan menghindari penyebab migren maupun mengubah pola makan. Teknik ini juga bermanfaat mengurangi depresi, sakit kepala, kepanikan, serta berbagai rasa nyeri pada tubuh.

Teruslah Berolahraga

Pria terkena serangan jantung ketika sedang jogging, mungkin saja terjadi. Tapi penelitian terbaru menemukan bahwa berhentinya fungsi jantung secara mendadak selagi berolahraga jarang terjadi pada wanita. Lebih tidak mungkin lagi terjadi pada wanita yang berolahraga secara teratur.

Faktor risiko yang rendah ini tidak hanya selama berolahraga. Namun, juga sepanjang masa. Hasil penelitian yang diikuti oleh 69.963 wanita berusia di atas 28 tahun dengan gejala penyakit jantung ini dipublikasikan di Journal of the American Medical Association.

Meski demikian, cara berolahraganya tetap tidak boleh asal. Dr. Christine Albert, direktur Pusat Pencegahan Aritmia dan RS Wanita di Boston, Amerika Serikat, menambahkan bahwa berolahraga keras di akhir pekan bukanlah cara yang baik untuk meningkatkan kapasitas jantung.

"Bila sebelumnya Anda belum pernah berolahraga, sebaiknya mulai secara perlahan dulu. Juga konsultasi ke dokter dulu bila memiliki keluhan yang membuat Anda tidak boleh berolahraga." Karena, biar bagaimanapun olahraga memberi lebih banyak keuntungan daripada kerugian, bukan?

Cara Mudah Kencangkan Tubuh

Gerakan berikut 'dicontek' dari latihan yang dibuat oleh Rob Parr, personal trainer Naomi Watts yang mempersiapkan aktris ini untuk perannya di film King Kong. Lakukan dua gerakan sederhana ini - yang satu latihan kardio, yang satunya latihan beban - secara bergantian sebanyak 3 kali.
  1. Pegang dumbel dengan kedua tangan. Buka kaki selebar bahu. Lompat dari satu sisi ke sisi lain sambil mengayunkan dumbel, lutut sedikit ditekuk. Lakukan selama 30 detik. (Lihat gambar)
  2. Berdiri dengan kedua kaki sedikit lebih lebardari bahujari kaki sedikit diarahkan keluar. Pegang dumbel dengan kedua tangan, telapak tangan menghadap ke dalam. Angkat tangan ke samping hingga sejajar bahu sambil melakukan squat hingga paha sejajar lantai. Lakukan 15 kali.

Yoga Untuk Orgasme

Katanya, kalau Anda mengalami klimaks karena seggama yang disebut orgasme vagina, maka hal itu dapat terlihat dari cara Anda berjalan. Demikian studi yang dipublikasikan di The Journal of Sexual Medicine.

Sayangnya memang tidak dijelaskan cara berjalan seperti apa yang mencerminkan hal itu. Namun, peneliti mengatakan bahwa wanita yang menderita ketegangan otot panggul bisa punya hambatan untuk mencapai orgasme vagina. Karena itu, disarankan mengatasinya dengan berlatih yoga terutama pose seperti unta atau katak.

Yoga dari Sisi Ilmiah

Yoga memang berasal dari India dan telah dipraktekkan ratusan tahun lalu. Tapi bukan berarti tidak bisa dikaji secara ilmiah. Berikut beberapa hasil penelitian terbaru mengenai manfaat yoga yang dilakukan oleh para peneliti Barat.

Riset Oleh Boston University School of Medecine dan McLean Hospital di Amerika membuktikan, yoga dapat meningkatkan gamma aminobutyric acid (GABA) yang berfungsi mengendalikan stres di otak, sebanyak 27%.

Baru-baru ini, Benson-Henry Institute for Mind Body Medicine at Massachusetts General Hospital, Amerika, menemukan bukti, yoga dan meditasi dapat mengubah kecenderungan tubuh merespon stres, bahkan, pada pemula sekalipun.

Para ilmuwan di Harvard Medical School, Amerika, menyatakan bahwa yoga dapat menurunkan kadar adrenalin yang berlebihan. Tubuh memproduksi adrenalin saat stres. Bila berlebihan, maka dapat memicu depresi.

Peregangan, Charger di Pagi Hari

Tubuh Anda serasa tak bertenaga di pagi hari saat bangun tidur? Hal itu karena temperatur tubuh berada pada titik terendah. Akibatnya, fisik Anda berada dalam kondisi yang paling buruk.

Namun, kondisi tersebut berangsur-angsur akan kembali normal seiring meningkatnya temperatur tubuh. Salah satu yang dapat Anda lakukan untuk mempercepat proses tersebut adalah berolahraga di pagi hari.

Menurut Juel Bedford-Rossi, instruktur kebugaran dari New York, latihan yang paling baik untuk 'membangunkan' tubuh Anda adalah peregangan yang dilakukan secara perlahan-lahan. Saat temperatur tubuh meningkat karena latihan, hormon endorfin akan keluar. Tubuh terasa lebih ringan, suasana hati pun menjadi lebih baik.

Tangkal Penyakit dengan Jalan Kaki

pejalan kaki sexy
Selain murah dan bisa Anda lakukan kapan saja di mana saja, jalan kaki juga mempunyai segudang manfaat. Telapak kaki yang memiliki banyak titik pusat syaraf, akan lebih sehat dengan sering berjalan kaki.

Menurut beberapa penelitian, aktivitas berjalan kaki dapat menjaga kesehatan tubuh dan dapat menangkal atau mencegah penyakit seperti:
  • Stroke
  • Kencing Manis (Diabetes)
  • Osteoporosis
  • Jantung
  • Kanker