Tentang Garam

Asalnya
Garam berasal dari air laut yang menguap hingga membentuk kristal. Kristal inilah yang dibentuk menjadi garam untuk dikonsumsi. Garam hasil penguapan air laut disebut garam laut (sea salt). Kristal garam yang terbentuk biasanya masih berwarna abu-abu 'dekil' karena mengandung beberapa jenis mineral, seperti natrium (Na), klor (Cl), magnesium (Mg), dan kalsium (Ca). Lamanya proses penguapan akan menentukan mutu garam. Makin lama, warnanya makin putih, dan rasanya tidak terlalu asin.


Jenisnya
Umumnya ada 2 jenis garam laut: garam dapur (kitchen salt) dan garam meja (table salt). Garam dapur merupakan garam laut yang dihaluskan, lalu dipadatkan menjadi bentuk kubus. Sedangkan garam meja berbutir halus, karena sudah ditambah zat anti kempal agar tidak mudah menggumpal. Garam meja jauh lebih putih dan halus, karena telah mengalami proses pencucian. Karena itu, rasanya tak seasin garam dapur.

Manfaatnya
Selain memberikan rasa asin dan pengawet alami pada makanan, mineral klor (Cl) yang ada dalam garam juga dapat menyumbang ketersediaan asam lambung (HCI) di usus, sehingga dapat membantu mencerna makanan sekaligus mencegah perkembangbiakan bakteri. Kandungan lain dalam garam, yaitu mineral natrium (Na), dapat membantu menjaga keseimbangan asam dan basa dalam tubuh, sehingga aliran darah berjalan dengan baik.

0 komentar:

Poskan Komentar